Mengajar, Meneliti, dan Mengabdi

Perbaruan Buku Matematika


images-2Buku Matematika terbitan Esis ini telah 10 tahun menghiasi perbendaharaan buku nasional. Buku ini disiapkan untuk mendampingi para siswa SMP mulai dari kelas VII sampai dengan kelas IX belajar matematika berpandu dengan Kurikulum 2006.

Tahun 2013 buku ini sempat menurun penerbitannya sejak pemerintah memperlakukan kurikulum 2013. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mulai membuat kebijakan baru dalam hal struktur isi kurikulum.

esis8

Pendekatan sainstifik yang dicanangkan pemerintah dalam pembelajaran secara langsung mengubah isi kurikulum dalam hal ini matematika. Pemerintah mengeluarkan buku baru yang disesuaikan dengan kurikulum 2013.

Seiring pemberlakukan kurikulum baru ternyata buku yang dikembangkan masih menimbulkan polemik. Buku hanya memuat soal-soal setara PISA atau TIMSS tidak mempermudah siswa memahami materi maupun menyelesaikan soal yang diberikan. Para guru juga kesulitan mengerjakan soal tanpa panduan atau sumber yang jelas. Banyak pelatihan yang dilakukan dinas-dinas pendidikan atau MGMP guru mata pelajaran matematika untuk membekali guru kemampuan menyelesaikan soal-soal yang ada. Polemik lain juga pada urutan materi terutama materi prasayarat. Maklum dalam matematika urutan merupakan syarat penguasaan terhadap materi selanjutnya.

images-3

Perubahan pemerintahan pada tahun 2015 akhirnya mendorong berlakunya kembali kurikulum 2006. Sekolah atau pun dinas kabupaten/kota dapat menentukan apakah siap menggunakan Kurikum 2013 atau kembali menggunakan Kurikulum 2006. Ternyata banyak daerah yang memilih kembali pada kurikulum 2006, sehingga menjadi berkah bahwa buku ini masih dipertahankan sampai 2017.

Buku ini masih bertahan beredar di sekolah-sekolah meskipun untuk ukuran rata-rata buku, harganya relatif mahal. Buku ini didesaian satu tahun bukan satu semester seperti buku yang ada. Buku ini juga bersaing dengan BSE yang diterbitkan oleh pemerintah.  Buku ini menjadi rujukan karena fitur-fitur yang dimiliki masih relevan untuk kurikulum matematika kapan pun. Buku ini menekankan pada pemecahan masalah dengan dilengkapi berbagai kegiatan dan aktivitas seperti pengajuan masalah untuk berpikir kritis maupun kreatif. Soal-soal cukup banyak berhubungan kehidupan sehari-hari maupun materi lain. Kegiatan penyeledikan authentik juga di munculkan termasuk dengan teknologi atau sumber-sumber internet. Tidak lupa dengan fitur-fitur penilaian dari tes tulis sampai portofolio.

Penulisan buku ini dilaksanakan tahun 2005 sampai 2006 dengan menggunakan berbagai literatur dari luar negeri. Buku Esis ini sebenarnya banyak dirujuk dalam buku BSE atau buku kurikulum 2013 tetapi sayang tidak dicantumkan sebagai sumber referensi.

Tahun 2017 bulan September ini penyesuaian buku dengan kurikulum 2013 revisi 2016 segera dimulai. Beberapa fitur akan dilengkapi dengan menambah beberapa sumber rujukan yang lebih mutakhir. Semoga para pengguna dapat sabar dan membeli kembali buku ESIS edisi terbaru. Terima kasih

 

 

Membuat PTK Itu Gampang!


Demikian ujar seorang guru yang telah mengikuti Workshop Penelitian Tindakan Kelas di SMPN 1 Kedungwaru, Tulungagung. Workshop diikuti oleh semua guru mapel sebanyak kurang lebih 60 orang.

Workshop diawali oleh sambutan salah satu tim senior yaitu Prof Dr. Mega Teguh Budiarto, M.Pd yang menyampaikan ucapan terima kasih dan salamnya dalam Bahasa jawa. Pesan beliau agar para guru dan siswa tidak melupakan Bahasa Leluhur yaitu Bahasa Jawa. Seorang guru menurut beliau perlu mengembangkan profesionalisme untuk meningkatkan kapasitas meneliti dengan cara membuat penelitian tindakan kelas. Selama ini banyak guru yang pangkatnya terhenti pada golongan IVa sebab untuk menaikkan golongan pangkatnya harus membuat karya tulis. Keengganan guru membuat karya tulis terutama berupa PTK mendorong tim kami dari Jurusan Matematika UNESA untuk melakukan workshop sekaligus anjangsana menjalin silaturahmi.

Kepala Sekolah SMPN 1 Kedungwaru adalah  ibu Endah Uriani, S.Pd yang menyampaikan terima kasih dan

 

penghargaan atas kedatangan tim pada acara tersebut. Tidak lupa juga menyampaikan permintaan maaf jika ada sesuatu yang kurang berkenan. Beliau juga berharap di lain waktu dapat memberikan materi-materi tentang pendidikan yang bermanfaat bagi guru-guru.

Moderator workshop adalah Dr. Janet Trineke Manoy, M.Pd sebagai ketua tim pengabdian kepada masyarakat kelompok kami. Materi PTK disampaikan oleh Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M,Pd yang membahas langkah-langkah pembuatan PTK dan memberikan contoh-contoh PTK. Materi berikutnya adalah tentang Penilaian dalam Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Dr. Masriyah, M.Pd. Penilaian berbasis kelas masih diterapkan dalam rangkaian pembelajaran di kelas dan dikaitkan dengan penilaian untuk mengukur ketrampilan berpikir tingkat tinggi.

 

Para peserta antusias dengan mengajukan

pertanyaan-pertanyaan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Selain itu juga saling diskusi dengan guru yang sesama mata pelajaran. Suasana ceria itu, akhirnya harus ditutup karena waktu yang membatasi.  Bapak ibu guru mengambil posisi untuk melakukan  foto bersama dan saling bersalaman sebagai tanda berpisahan sementara. “Sertifikat akan diberikan kepada bapak ibu guru di sekolah dengan syarat telah menyelesaikan rencana pembuatan PTK”, demikian informasi yang disampaikan oleh Ketua Tim.

Semoga bermanfaat

 

Penalaran Adaptif dalam Pembelajaran Matematika


adaptif

Judul tulisan di atas sebenarnya merupakan permintaan panitia kegiatan Stadium General Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya tanggal 24 Mei 2017.

Tema yang diberikan sangat cerdas dan membuat saya mencari referensi-referensi yang asli dari sumber utama. Penalaran biasanya dikaitkan dengan penalaran yang sifatnya umum sebagai kemampuan untuk berpikir logis atau rasional. Lebih lengkapnya artikel saya kirimkan pada jurnal UINSA dan mudah-mudahan diterbitkan.

Berbicara penalaran adaptif tidak lepas dengan  komponen-komponen kemahiran matematis (mathematical proficiency) siswa dalam belajar matematika. Siswa yang memiliki penalaran adaptif akan berpikir secara logis terhadap materi-materi matematika dan dapat menjelaskan serta membuat pertimbangan-pertimbangan (justifikasi) terhadap sesuatu yang dikerjakan.

Pada kurikulum Indonesia (2006 dan 2013), penalaran secara umum menjadi tujuan mata pelajaran matematika, sehingga penalaran adaptif menjadi aspek penting yang perlu dipelajari dan dikembangkan dalam pengajaran matematika.

Tema ini dapat menjadi sumber dan inspirasi penelitian termasuk oleh mahasiswa S3. Silakan Lihat beberapa artikel berikut.

Investigating adaptive reasoning and strategic competence: Difference male and female

 

 

 

Kurikulum 2013 terbaru: Apa bedanya?


Kurikulum 2013 versi 2015 sebenarnya penyempurnaan dari kurikulum 2013 sebelumnya. Perbedaannya adalah penambahan beberapa program, yaitu:

  1. Program penguatan karakter (PPK)
  2. Literasi
  3. Penerapan 4 C (creativity, critical thinking, collaboration, and Communication)
  4. HOTS.

Pimnas 30: FMIPA Unesa Berjuang!!!


IMG20170824094552.jpg

Kontingen FMIPA Unesa sebanyak 3 tim berlaga di Universitas Muslim Makassar, 23-28 Agustus 2017. Kontingen yang merupakan gabungan dari mahasiswa-mahasiswa jurusan fisika, kimia, biologi, dan IPA tersebut bekerjasama menghasilkan Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian Eksata (PKM-PE).

Tim tersebut merupakan wakil Unesa yang terdiri dari 6 tim dari FMIPA (3 tim), FISH (1 tim), FT (1 tim), dan FE (1 tim).

Kurikulum Baru Irit Buku Baru


Kemendikbud melalui Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim (Jawa Pos, 16 Nopember 2012) menjelaskan wacana bahwa kurikulum baru 2013 tidak ada lagi LKS (lembar kerja siswa) atau sejenisnya. Seluruh buku untuk guru dan siswa akan disuplai pemerintah. Selanjutnya dikatakan kurikulum satuan pendidikan (KTSP) saat ini, siswa wajib memiliki banyak buku pelajaran. Mulai buku pengayaan hingga LKS. Nah, kurikulum baru siswa tidak mengerjakan soal pilihan ganda maupun esai di LKS seperti saat ini. Aktivitas siswa lebih banyak dilakukan di luar kelas. Pertanyaannya apakah siswa atau guru tidak boleh memiliki banyak buku, cukupkah satu buku menahan dahaga keingintahuan? Apakah aktivitas di luar kelas tidak dipandu suatu buku atau LKS? Kalau guru selalu memberikan arahan-arahan dan siswa selalu bertanya tentang suatu prosedur-prosedur tertentu, apakah esensi inkuiri, kemandirian, atau belajar aktif sudah berjalan? Pertanyaan-pertanyaan itu yang mungkin perlu direnungkan. (lebih…)

Tugas Akhir Mahasiswa


Kepada Para Mahasiswa pemrogram mata kuliah Kurikulum.

Untuk tugas akhir nanti mohon mengerjakan tugas perorangan sebagaimana terlampir.
Selamat mengerjakan dan sukses selalu.

Membangun Rumah Idaman

Berita

%d blogger menyukai ini: