Mengajar, Meneliti, dan Mengabdi

Beranda » penalaran

Category Archives: penalaran

Keyakinan, Pengetahuan, dan Praktik Guru dalam Pemecahan Masalah Matematika


oleh Tatag Yuli Eko Siswono

Pemecahan masalah telah menjadi tujuan pendidikan matematika dan fokus pembelajaran matematika di Indonesia sejak lama. Namun demikian, kemampuan siswa dalam memecahkan masalah belum tampak memuaskan. Perubahan kurikulum beberapa dekade tetap menekankan pada pemecahan masalah. Hal tersebut karena bukti-bukti empirik menunjukkan bahwa pemecahan masalah memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman konsep, penalaran, berpikir kritis dan berpikir kreatif,  serta aspek-aspek afektif seperti keingintahuan, daya juang, ketelitian, atau kesukaan terhadap matematika. Guru ataupun calon guru sebenarnya telah dibekali pengetahuan tentang materi  maupun pedagogi terkait pemecahan masalah selama studi atau pelatihan-pelatihan.  Pengetahuan tersebut digunakan dalam praktik pembelajaran di kelas masing-masing. Ketika proses pelaksanaan di kelas sebenarnya ada faktor penting yang selama ini belum banyak digali, yaitu keyakinan guru sendiri terhadap materi matematika, pengajaran dan pandangan terhadap siswa yang belajar. Apa sebenarnya keyakinan, pengetahuan, dan praktik guru serta bagaimana hubungan ketiganya dalam pembelajaran matematika? Makalah ini akan berupaya mendeskripsikan pertanyaan-pertanyaan tersebut. proseding seminar nasional IKA S3 Pendiddikan Matematika Unesa

paper_2

Bisa dimanfaatkan link:

http://www.analyzemath.com/math_problems/paper_2.html

 

Penalaran Adaptif dalam Pembelajaran Matematika


adaptif

Judul tulisan di atas sebenarnya merupakan permintaan panitia kegiatan Stadium General Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya tanggal 24 Mei 2017.

Tema yang diberikan sangat cerdas dan membuat saya mencari referensi-referensi yang asli dari sumber utama. Penalaran biasanya dikaitkan dengan penalaran yang sifatnya umum sebagai kemampuan untuk berpikir logis atau rasional. Lebih lengkapnya artikel saya kirimkan pada jurnal UINSA dan mudah-mudahan diterbitkan.

Berbicara penalaran adaptif tidak lepas dengan  komponen-komponen kemahiran matematis (mathematical proficiency) siswa dalam belajar matematika. Siswa yang memiliki penalaran adaptif akan berpikir secara logis terhadap materi-materi matematika dan dapat menjelaskan serta membuat pertimbangan-pertimbangan (justifikasi) terhadap sesuatu yang dikerjakan.

Pada kurikulum Indonesia (2006 dan 2013), penalaran secara umum menjadi tujuan mata pelajaran matematika, sehingga penalaran adaptif menjadi aspek penting yang perlu dipelajari dan dikembangkan dalam pengajaran matematika.

Tema ini dapat menjadi sumber dan inspirasi penelitian termasuk oleh mahasiswa S3. Silakan Lihat beberapa artikel berikut.

Investigating adaptive reasoning and strategic competence: Difference male and female

 

 

 

Membuat Teorema


Hari Jum’at, 10 Oktober 2008 pada saat kuliah muncul diskusi dalam Geometri 4 titik, bukan? Jika didefinisikan “segiempat adalah suatu bangun yang dibatasi oleh 4 garis”, bagaimana teorema yang dapat dibuat?

%d blogger menyukai ini: