Mengajar, Meneliti, dan Mengabdi

Beranda » Bilangan » Sejarah Bilangan Bulat

Sejarah Bilangan Bulat


brahmagupta

Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan asli, nol, dan bilangan asli negatif. Tanda negatif merupakan ciri utama dari bilangan bulat.
Bilangan bulat diperkenalkan pada tahun 1563 oleh Arbermouth Holst yang sibuk dengan eksperimen kelinci. Dia menemukan kelinci bertambah dan berlipat-lipat setelah 6 bulan.  Kemudian dia memikirkan suatu sistem bilangan pada operasi penambahan dan perkalian  yang sama sekali tidak tertutup, artinya bilangan itu kalau ditambah atau dikalikan, hasilnya  bukan anggota bilangan-bilangan itu sendiri. Beliau menghabiskan waktu 15 tahun untuk menemukan sistem bilangan itu. Dia berdiam diri di pegunungan Alpen, Skotlandia, untuk menemukan teorema-teorema berdasar sistem bilangan barunya. Sampai akhirnya diputuskan bahwa sistem bilangan baru yang tidak tertutup pada operasi penjumlahan dan perkalian sebenarnya mustahil atau tidak ada, sehingga dia kembali ke rumahnya.  Sistem baru itu dikenal dengan nama bilangan bulat.

Tahun 1890, matematikawan Jepang bekerja pada bilangan itu dan meyebutkkan sebagai Bilangan Bulat (integers). Dalam Bahasa Latin disebut “tidak tersentuh” (untouched). Simbol bilangan bulat menggunakan huruf ‘Z’ dari Bahasa Jerman ‘Zahlen’, yang artinya bilangan.

Nol ditemukan sebelumnya oleh bangsa Babylonia, Mayan, dan India. Matematikawan Hindu India yang pertama menyebut bilangan “nol”. Negara atau bangsa lain belum pernah menyebut “nol” sebagai suatu bilangan hingga  ditemukannya wilayah India.

Sebelum nol digunakan dalam perhitungan, matematikawan menggunakan suatu ruang hitam untuk menentukan sesuatu  yang tidak ada.

Bilangan negatif akhirnya diterima sebagai sistem bilangan pada abad 19. Bilangan negatif diperlukan untuk menyelesaikan persamaan-persamaan yang rumit seperti persamaan kubik atau persamaan kuartik.

Brahmagupta yang hidup sekitar tahun 630 SM di India menggunakan bilangan positif untuk menyatakan sesuatu yang dimiliki (aset), dan bilangan negatif digunakan untuk menyatakan hutang.

Cina terkenal sebagai budaya pertama yang memperkenal dan menggunakan bilangan negatif. Bilangan negatif disajikan dalam batang-batang merah.

Di Eropa bilangan negatif mulai digunakan pada tahun  1545. Sebelum sistem bilangan digunakan, seseorang menggunakan batu, stik, atau jari-jari untuk menghitung. Girolamo Cardano adalah matematikawan Itali yang menggambarkan suatu bilangan negatif sebagai sesuatu yang fiktif (fictitious) dan diterima yang kemungkinan cukup bermanfaat.

Sumber:

http://463431396329892656.weebly.com/history-of-integers.html

http://uncyclopedia.wikia.com/wiki/Integer

http://math.tutorcircle.com/number-sense/when-was-the-word-integer-introduced.html

https://www.famousscientists.org/brahmagupta/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: